Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selasa, 04 Desember 2012

Tuhan yang Merencanakan, Manusia yang Menentukan

Tanggal terbit: 4 Desember 2012
Update: 26 Maret 2014
"Terkadang, bukan kenangan buruk bersama seseorang yang buatmu sangat terluka, tetapi kenangan yang indah bersamanya yang tak terlupa" (Anonim).
Beberapa saat yang lalu saya sedikit mendapatkan kritisi yang tajam mengenai status saya yang berbunyi: "Tuhan yang Merencanakan, Manusia yang Menentukan". Memang terdengar berlawanan dengan kata-kata yang sering saya yakini atau anda yakini sebelumnya yaitu, "Manusia yang Merencanakan, Tuhan yang Menentukan". Saya juga punya jargon dari keyakinan saya yang dulu  bahwa "Tuhan memberikan manusia pena untuk menulis alur hidupnya, tapi berikanlah penghapusnya kepada Tuhan"

Hal ini dirasa benar karena manusia sering gagal dalam mewujudkan tujuan dan mimpinya walau sudah berusaha sekuat tenaga. Lalu akhirnya saya menganggap Tuhanlah yang berkehendak demikian (seperti menyalahkan Tuhan kan?). Paham inilah juga yang menurut saya menyebabkan banyak orang yang menyalahkan Tuhan sehingga muncul pertanyaan "Mengapa saya selalu gagal sedangkan dia selalu berhasil?" atau "Dimana keadilan Tuhan?" atau.. atau... ahhh... anda juga sudah tahu dan pasti pernah mengalaminya.

Banyak orang yang salah mengartikan definisi nasib dan takdir (takdir mu'alaq atau takdir mubram), bahkan beberapa diantaranya ada yang melebur dua istilah ini menjadi satu.
  1. Takdir adalah sesuatu yang tidak bisa dirubah lagi. Sesuatu yang sudah diatur dan direncanakan oleh Allah. Ruang lingkupnya mencakup apa yang tidak bisa kita sadari seperti kelahiran, siapa orang tua kita, dimana kita dilahirkan, apa agama orangtua kita, kematian kita, detak jantung kita, bagaimana fisik kita, potensi kita, pernapasan kita, aliran darah kita, sistem imunitas kita. Itu Tuhan yang mengatur karena kita tidak sadar dan tidak memiliki kemampuan untuk mengaturnya.
  2. Sedangkan Nasib adalah rencana Allah yang masih bisa dirubah hasil akhirnya; "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubahnya". Saya juga sering berdebat dan mengatakan serta tidak mempercayai "Jodoh tidak akan kemana". Menurut saya jodoh termasuk ke dalam ruang lingkup nasib. Andalah yang menentukan siapa jodoh anda dan siapa yang berhak bersama anda, yang terpenting adalah kemampuan anda untuk mempertahankan dan memutuskan sesuatu yang tepat.
Pengertian jodoh juga sering disalahartikan. Menurut saya jodoh itu bukan berarti seseorang yang akan menikahi anda. Jodoh itu artinya pertemuan teman-teman. Kita semua berjodoh walau ada yang tidak pernah bertemu secara fisik. Jadi jangan berdiam diri, carilah jodoh sebanyak-banyaknya untuk menentukan siapa pasangan anda nanti.
(Kok jadi malah ngelantur ke masalah jodoh?)

Tuhan seperti desainer menurut saya, dia merancang dan merencanakan kehidupan kita. Tapi karena kita yang menjalaninya, maka kita pula yang diberi hak oleh Allah untuk menentukan apa yang akan kita lakukan.

So...
"Masa depan itu sebenarnya sistematis dan terencana, hanya karena waktu, masa depan menjadi sebuah rahasia. Jangan khawatir tentang masa depan anda. Karena masa depan anda adalah apa yang anda lakukan sekarang"
Gambar Ilustrasi






Reaksi:

2 komentar :

Ikutlah Berpartisipasi RofaYuliaAzhar.com. Cukup dengan Memberikan Tanggapan atas Artikel Kami. Agar Kami dapat Meningkatkan Kualitas Artikel yang Kami Buat